Home » Berita » Alasan Buat Makan, Penarik Becak Ini Nekat Curi Kubikel PLN

Alasan Buat Makan, Penarik Becak Ini Nekat Curi Kubikel PLN

Palembang, portalsumsel – Berdalih butuh uang untuk makan, Ebid Sastra alias Gundul (39) warga Kebon Gede I RT 05 RW 06 Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II nekat mencuri Kubikel LBS milik PLN. Akibatnya, penarik becak ini harus berurusan dengan pihak Polsek Ilir Barat II Palembang, Kamis (14/3/2019). Kejadian ini diperkuat dengan adanya laporan dari salah satu petugas PLN, Raden Febrian.

“Benar, berangkat dari laporan warga, anggota langsung turun ke lokasi, satu jam baru beraksi mereka sudah tertangkap. Keruan saja, saat didatangi pelaku kocar- kacir dan salah satu berhasil kita tangkap dengan sejumlah barang bukti yang masih utuh. Kini kami masih memburu kedua rekannya, yang sudah kami kantongi identitasnya,” ujar Kapolsek Ilir Barat II, Kompol Agus Hairudin didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hermansyah.

Dengan modus membongkar delapan Kubikel LBS milik PLN, dengan menggunakan peralatan yang sudah disiapkan, kawanan ini berharap dapat mengumpulkan besi dan aluminium, yang harga jualnya lumayan tinggi, atau sekitar Rp 12 ribu perkilogram.

“Mereka ini bertiga, secara bergantian memotong, mengangkat dan saling ngoper kumparan ini, yang nantinya akan dijual dan uangnya akan dibagi rata. Barang bukti yang kita amankan tidak lain, tas dukung warna hitam, gergaji besi, obeng, tang, kunci pas ukuran 12′ dan ukuran 14′, bodem, delapan SCUN, 12 unit Isolator, dua KWH Meter, dua Rangak Kubikel LBS dan satu Cover Kubikel LBS. Kerugian yang dialami PLN mencapai Rp 200 juta,” jelasnya.

Di hadapan petugas, Gundul mengatakan butuh uang untuk makan sehari-hari.

“Saya, Denan (DPO) dan Bambang (DPO). Kami berbagi tugas dan bergantian saja mengergaji dan mengangkut kumparan ini. Saya tidak paham, bagaimana caranya bisa listriknya mati, sebab Denan yang paham. Saya hanya mengergaji kabel alma (aluminium-red) itu. Sebab harga jualnya tinggi pak, sekitar Rp 12 ribu perkilo, sedangkan Besi hanya sekitar Rp 3900 perkilo,” ujarnya.

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.